Tulisan dalam buku ini menunjukan kepada kita harus meniti jalan kehidupan dan membangun kehidupan yang bahagia, tenang, serta damai dengan berpedoman pada satu kata : La Tahzan, jangan bersedih. Dengan kata kunci itu kita akan menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat, serta kita tidak akan pernah dirisaukan oleh masa lalu yang telah lewat dan tidak pula dicemaskan oleh masa depan yang akan datang. Kita akan menjadi manusia masa kini yang bekerja pada hari ini dengan keyakinan bahwa hasil akhirnya kita serahkan kepada Allah SWT.
Buku La Tahzan merupakan salah satu self – help buku petunjuk cara hidup, dan buku motivasi. Buku ini ditulis untuk siapa saja yang senantiasa merasa hidup dalam bayang – bayang kegelisahan, kesedihan dan kecemasan, atau orang yang selalu sulit tidur dikarenakan beban duka dan kegundahan yang semakin berat menerpa.
Buku ini akan menyatakan kepada pembaca, “Bergembiralah dan Berbahagialah! atau Optimislah dan Tenanglah!“ bahkan, mungkin dengan ketulusan dan keriangan!”.Buku ini berusaha meluruskan berbagai kesalahan yang terjadi akibat penyimpangan terhadap Fitrah saat berinteraksi dengan sunah – sunah Allah, sesama manusia, benda , waktu dan tempat.
Ada beberapa hal penting dari buku ini, diantaranya adalah :
Pertama, buku ini ditulis untuk mendatangkan kebahagiaan, ketengangan, kedamaian, kelapangan hati, membuka pintu optimisme dan menyingkirkan segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah. Kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman hari senantiasa berawal dari ilmu Pengetahuan. Kebodohan merupakan tanda Kematian Jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur.
Sesungguhnya, Aku mengingatkan kepadamu supaya kamu tidak termasuk orang – orang yang tidak berpengetahuan.
( QS. Hud : 46 )
Sebaliknya, ilmu adalah cahaya bagi hari nurani, kehidupan bagi ruh dan bahan bakar bagi tabiat.
Dan apakah orang yang mati kemudian dia kami hidupkan dan kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah – tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang berkali – kali tidak dapat keluar dari padanya.
( QS. AL – An’am : 122 )
Buku ini merupakan penyejuk hati agar selalu ingat akan rahmat dan ampunan Allah, bertawakal dan berbaik sangka kepada – Nya.
Rosulullah bersabda “Para mufarridun akan mendahului. “
Para sahabat bertanya, “ Siapakah para Mufaridun itu wahai Rasulullah ?”
Rasulullah bersabda,”kaum laki –laki dan perempuan yang mengingat Allah.”
Dalam sebuah hadist dikisahkan, Syahdan seseorang mendatangi Rasulullah dan berkata kepadanya “ Wahai Rosulullah, sesungguhnya Syariat Islam telah terlalu banyak untukku, sementara usiaku sudah tua, maka kabarkanlah kepadaku sesuatu yang aku pegang teguh“ Rasulullah menjawab, “ Selama lidahmu basa dengan berdzikir kepada Allah,”
Kedua buku ini mencoba memberikan resep – resep bagaimana mengusir rasa duka, cemas, sedih, tertekan, dan putus asa.
Rasa cemas, gelisah, galau berkepanjangan sering kali menyebabkan kita terserang penyakit insomnia.
Insomnia adalah penyakit sulit tidur dimalam hari, sehingga membuat seseorang hanya bolak balik diatas ranjang.
Untuk mengatasi si penderita hendaknya melakukan hal – hal berikut :
1. Membaca dzikir – dzikir yang sesuai dengan syariah
{Ingatlah hanya dengan mengingat Allah lah hari menjadi tenang}
( QS. Ar Ra’d : 28 )
2. Tidak tidur disiang hari kecuali terpaksa.
{Dan, kami jadikan siang untuk mencari kehidupan }
(QS. An – Nabva : 11)
3. Membaca dan menulis untuk memancing kantung.
{Ya Rabb – ku tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan }
( QS. Thaha : 114 ) )
4. Membuat tubuh lelah dengan kegiatan – kegiatan yang bermanfaat.
{Dan dia menjadikan siang untuk bangun dan berusaha }
( QS. Al Firqan : 47 )
5. Mengurangi konsumsi makanan atau minuman stimulan, misalnya kopi dan teh.
Selain itu ada satu obat yang terbuat dari enam resep berbeda dalam menghadapi rasa sedih, tertekan dan putus asa, diantaranya :
1. Percaya sepenuhnya kepada Allah SWT
2. Kesadaran kita bahwa semua yang telah Allah takdirkan akan terjadi
3. Sabar adalah senjata paling ampuh yang dipergunakan oleh orang – orang yang mendapat ujian.
4. Jika kita tidak sabar lalu apa yang bisa kita lakukan. Dan kita tidak akan terbantu hanya dengan perasaan resah.
5. Mungkin saja kita akan berada dalam kondisi yang lebih jelek dari pada kondisi kita sekarang ini
6. Dari waktu ke waktu jalan keluar akan selalu terbuka
Ketiga, buku ini bersifat umum, alias untuk siapa saja, singkatnya untuk kaum muslim maupun non muslim, pasalnya pembicaraan dalam buku ini secara umum adalah berkaitan watak dan sifat naluri dan persoalan – persoalan umum kejiwaan manusia. Namun begitu, buku ini tetap menempatkan Manhaj Rabbani sebagai penyuluh.
Keempat, dalam buku ini pembaca tidak akan hanya menjumpai kutipan – kutipan pernyataan dari orang – orang timur, tetapi juga dari orang barat.
Selain itu buku ini memberikan kita berbagai macam kisah nyata yang dialami oleh hamba – hamba Allah SWT, diantaranya :
- Sebuah cerita dari seorang yang menderita lumpuh, sakitnya itu sudah berlangsung sekian tahun, sehingga membuatnya putus asa. Para dokter sudah menyatakan tidak mampu untuk mengobatinya. Pada suatu hari, ada seekor kalajengking jatuh dari atap rumahnya tepat di atas tubuhnya, kalajengking itu merambat ke kepalanya dan menyengat beberapa kali. Setelah itu, secara mengejutkan badannya bisa digerakan mulai dari telapak kaki hingga kepala. Darah kehidupan mengalir ke dalam semua organ tubuh dan kesembuhan menjalar ke seluruh jasad. Orang itu pulih dan sehat kembali.
Ternyata menurut para dokter, ada serum antibiotik yang mengandung racun. Jika toksitnya di reduksi secara kimia maka serum itu bisa menjadi obat untuk orang yang menderita lumpuh
- Musa a.s selalu diintai oleh fir’aun, jerat – jerat tipuan dipasang untuk menjebaknya, dan berbagai bentuk teror dilakukan untuk mengusirnya tapi kemudian Allah menolongya dan memberikan tongkat yang menelan apa yanng mereka sulapkan. Yang dipakai untuk membelah laut, dipakai mengeluarkan mukjizat yang lain, dan oleh Allah dipakai untuk menghancurkan dan menghinakan musuhnya.
- Ibrahim as dimasukan kedalam api, lalu Allah menjadikan api itu dingin dan keselamatan bagi ibrahim. Allah melindunginya dari kekejaman Namrud.
Pada saat itulah, kesedihan, kesulitan, dan kesempitan hati akan sirna dengan segala kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT Yang Maha Penolong umat-Nya.
Tidak ada istilah kata tidak menerima, menentang dan murung. Tapi sebaliknya bersyukur dan bersabar sampai indah pada waktunya.
Kelebihan
- Tulisan dikemas dengan gaya yang sangat variatif. Hal ini mambuat buku La Tahzan lebih menarik untuk dibaca dan tidak membosankan.
- Bacaan memiliki banyak manfaat. Banyak sekali tulisan dan tips yang diramu menjadi tulisan yang begitu terasa khasiatnya saat dibaca
- Sumber – sumber bacaan sangat variatif
- Buku disertai penanda halaman sehingga dakan memudahkan bagi pembaca dalam meneruskan bacaan yang belum terselesaikan.
Kekurangan
- Tidak disertakan daftar pustaka
- Dimensi buku terlalu tebal sehingga kurang praktis untuk dibawa dalam perjalanan
Kebermanfaatan
- Sungguh buku La Tahzan ini sangat bermanfaat buku ini dapat mengajak kita untuk tidak bersedih dan terus menjalani hidup sekaligus membuat hati kita tersentuh dengan beberapa syair yang menghiasinya. Selain itu, tips – tips untuk menjadi orang paling bahagia tersedia dalam buku ini dan siap untuk dipraktekan. Buku La Tahzan juga menyajikan petunjuk – petunjuk yang tidak hanya bersifat duniawi saja tetapi juga bersifat ukhrawi, jadi buku La Tahzan pantas dibaca bagi siapa saja yang ingin lepas dari kesedihan dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar