Kamis, 29 Desember 2011

Cinta antara Dosen dengan Mahasiswa di Penghujung Tahun 2011

Berawal dari sebuah perkenalan dosen muda yang success, charming, berwajah cerah seperti matahari di pagi hari dan seperti rembulan di malam hari.Hmmmmmmm (lebeh deh) dan satu lagi  banyak fans wanitanya, dosen tersebut bernama Mr. Simple. Dia adalah dosen sekaligus penulis dibeberapa surat kabar ibu kota ternama seperti koran harian Kompas, Seputar Indonesia, Sinar Harapan dan lain-lain.
Namun ada salah satu mahasiswi yang bernama Choi Min Ara, yang biasa dipanggil Ara, dari University of Seoul kelas 3F, bersikap cuek, tomboy namun kadang kala dia feminim karena tuntutan kuliah,disiplin waktu dan anti pada cowok ganteng.Hahahah:D  Ara  yang awalnya tidak tertarik dengan dosen tersebut  menurut Ara, Mr. Simple adalah dosen yang bodoh dan tidak memiliki prinsip, dia hanyalah dosen yang bermodal tampang saja, dan tak punya ilmu yang pasti.
Satu minggu telah berlalu, sebelum Mr. Simple berangkat ke Kairo untuk menjalankan tugas dari Rektor University of Seoul, Mr. Simple  memberikan tugas kepada semua mahasiswa  University of Seoul khususnya mahasiswa kelas 3F, untuk membuat resensi buku apa saja, bebas asalkan dengan satu syarat sebelum menjelang UTS tugas tersebut sudah di kumpulkan. Siapa yang mengumpulkan lebih cepat maka dia akan mendapatkan nilai yang lebih baik.
Satu hari setelah mendapatkan tugas dari Mr. Simple, Ara sudah sibuk mencari buku yang bagus untuk dia resensi, dia sibuk telephone teman-teman smp, sma yang kiranya mempunyai buku yang bagus, setelah mencari-cari sekian lama, akhirnya dia menemukan buku yang berjudul La Tahzan ~ Jangan Bersedih, karena sifat Ara yang terkenal dengan disiplin waktu, lebih cepat  lebih baik maka dalam satu minggu kemudian Ara telah menyelesaikan tugas resensi tersebut, padahal teman-temannya belum ada yang mengumpulkan tugas tersebut. Mr. Simple  kagum serta heran kepada Ara, padahal tugas tersebut paling lambat satu bulan lagi.
"Mr, ini tugas resensi saya sudah selesai. Apabila terdapat kesalahan pada tugas yang saya buat, nanti saya akan memperbaikinya kembali?" kata Ara kepada Mr. Simple
"Oh iya, kamu sudah selesai, ini bukan nilai terendah tapi dalam kolom ini kamu tulis nilai yang kamu inginkan?" jawab Mr. Simple
"Baik Mr, saya akan memperbaikinya kembali sebelum mata kuliah ini selesai." kata Ara

Setelah Ara mengumpulkan tugas banyak kejadian aneh tapi nyata yang di berikan oleh Mr. Simple, setiap minggunya.
Waktu terus bergulir, suasana class 3F sangat dingin karena Air Conditioner kelas tersebut tidak berfungsi dengan baik, Ara yang merasa kedinginan meletakan kedua tangan di depan tubuhnya sambil menatap dan mendengarkan pembicaraan, Mr. Simple. Namun, menurut cara pandang Mr.Simple, Ara menatap dia dengan mata yang sinis.
"Kamu yang memakai baju biru, mengapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Mr. Simple.
"Siapa Mr? (Ara sambil menengok kanan- kiri)"
"Iya kamu!(tangannya sambil menunjuk ke arah Ara)"
"Gak ada apa-apa Mr!!" jawab Ara.
"Coba apa yang kamu ketahui tentang kebudayaan?" tanya Mr.Simple
"kalau menurut saya, Kebudayaan (culture) adalah keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terkandung adat istiadat,kesenian,ilmu pengetahuan, serta kebiasaan yang di dapat manusia sebagai anggota masyarakat. jawab Ara
"teman-teman, (ciri khas Mr. Simple menyebut nama  semua mahasiswa) Kebudayaan itu menurut saya adalah sesuatu yang diciptakan, dirasakan, karsa oleh manusia. kata Mr. Simple
Salah satu sifat dan ciri khas Mr. Simple adalah gak mau mengalah dan apa yang dia bicarakan itu selalu benar. Itu yang membuat Ara  sebal dan gak suka sama Mr. Simple
"Nih dosen aneh banget deh, masih mending gua jawab pertanyaannya, dari pada gak gua jawab sama sekali?" (kata Ara dalam hati)

Satu minggu berlalu, Mr. Simple membuat rancangan pola duduk belajar kita letter  U menurutnya pola duduk seperti itu akan lebih efektif  dan efisien dalam proses belajar-mengajar, Ara yang duduk menghadap persis ke meja dosen, membuat Ara selalu menjadi pusat perhatian Mr. Simple. Hingga pada suatu hari buku khusus mahasiswa University of Seoul yang di miliki Ara dipinjam oleh teman sebelah bangkunya Ara, Ara yang tidak pernah membuka buku tersebut tidak mengetahui bahwa ada kecacatan pada buku tersebut.
"Mr, bukunya Ara ada kecacatan ini, masa dari halaman 2 langsung ke halaman 17 ?" tanya Rere teman sebelah bangkunya Ara
"Ya sudah nanti kamu ke ruang kaprodi  temui Mr. Rudi bilang kepada beliau kalau buku itu terdapat kecacatan, tapi buku itu sudah diberi nama belum?" jawab Mr. Simple
"Belum diberi  nama Mr, bukunya sama Ara!" kata Rere
"Atau kamu mau pakai buku ini, buku saya saja?" jawab Mr. Simple
"Asyikasyikasyik Ara, kata Ara yaudah gak pa-pa Mr!" sahut Rere
padahal Ara belum menyatakan setuju menukar bukunya dengan buku Mr. Simple,
tanpa persetujuan Ara bukunya telah ditukar, dan Rere megambil buku Mr. Simple dan menukarnya,setelah itu di kasih kepada Ara, dengan kepolosan Ara berbicara kepada Rere sambil mencium bukunya,
"Kok bukunya gak wangi ya?" kata Ara
Rere yang terkenal lemesnya pun berkata pada semua mahasiswa kelas 3 F yang saat itu sedang belajar tenang, dan menyimak semua materi yang disampaikan Mr. Simple
 
"Kata Ara bukunya kok gak wangi Mr?" sambil tertawa berbahak-bahak
"Ah, lemes deh?" kata Ara. (tersipu malu)

semua mahasiswa kelas 3 F tertawa terbahak- bahak, setelah mata pelajaran yang di sampaikan Mr. Simple selesai ada salah satu mahasiswi yang bernama Puspa menghampiri Ara dan berkata,
"Ceilah, Ara !" kata Puspa
"Apa deh Puspa, Hmmmm, sorry ya hari ini  aku membuat kamu jealous?" jawab Ara
"Iya nih kamu sih Mr. Simple aku kamu rebut." Hehehe
Puspa adalah salah satu fans Mr. Simple, dia teman sekelas Ara sekaligus rival Ara untuk mendapatkan Mr. Simple. Selain Puspa masih banyak Mr. Simpe lover alias fansnya Mr. Simple.
# Ara jadi minder


dua minggu ini Mr. Simple pergi ke Kairo untuk menjalankan tugas dari Rektor, selama dua minggu ini ada dosen pengganti bernama Mr. Rudi, beliau adalah sosok dosen yang cara mengajarnya menyenangkan dan membuat suasana kelas 3 F menjadi tenang serta kondusif.
Minggu demi minggu telah berlalu, Mr. Simple pun telah pulang dari Kairo.
Pada suatu hari Mr. Simple mengucapkan rayuan mautnya kepada Ara,
"Siapa nama kamu?" tanya Mr. Simple
 
"Ara!" jawab Ara
"Hah, Siapa nama kamu?" tanya Mr. Simple
"Ara!"

"Siapa nama kamu?"


"ihhh, Mr. nama saya Ara!!"  
Saya akan memberikan cinta dan kasih sayang saya kepada Ara, dan saya tidak akan menyakiti serta berbuat hal yang negative  kepada Ara. kata Mr. Simple kepada Ara di depan semua mahasiswi kelas 3 F.
sekejap hati Ara mejadi luluh dan tidak menyangka atas kata-kata yang di sampaikan oleh Mr. Simple, Puspa yang menyukai Mr. Simple dan selalu berpenampilan berbeda setiap mata kuliah Mr. Simple menjadi cemberut dan bermuka kusut.

Sekeras-kerasnya hati  apabila di rayu dan terus di rayu akhirnya luluh juga, apalagi yang di rayu adalah seorang wanita. Hahahah:D itulah yang di rasakan Ara saat itu. Ara mulai sedikit membuka hatinya untuk para pria lain, setelah Ara putus cinta dengan seorang mahasiswa teknik di salah satu university swasta yang berbeda. 

Sejak hari itu, setiap hari Ara selalu tersenyum bahagia akan kata-kata yang di berikan oleh Mr. Simple. 
Satu bulan  sebelum Ujian Akhir Semester, Mr. Simple mengetest satu persatu mahasiswanya untuk mempresentasikan hasil resensi buku yang di buat satu bulan yang lalu itu. Satu persatu maju, namun hingga sepuluh orang tidak ada yang bisa mempresentasikannya karena semua telah lupa akan tugasnya itu. Tetapi gak di sangka-sangka Ara membawa file yang berisi tentang resensi yang di buatnya di dalam tas, padahal Ara jarang membawa file tersebut, setelah itu Mr. Simple menyebut nama " Choi Min Ara?"
"Iya saya Mr." jawab Ara
"Kamu, kamu maju presentasikan hasil resensi yang kamu buat?"
Ara maju ke depan dan mempresentasikan hasil resensinya

Selamat sore teman-teman, saya akan mempresentasikan hasil resensi buku yang telah saya buat, judul buku aslinya adalah La-Tahzan~ Jangan Bersedih  , tema yang saya buat adalah Dibalik Kesulitan Pasti Ada Kemudahan.......... sampai selesai. kesepuluh temannya Ara masih berdiri di depan kelas, sedangkan Ara sudah boleh diijinkan duduk oleh Mr. Simple,Semua mahasiswa 3 F kesal dengan perbuatan Mr. Simple minggu itu, karena Mr. Simple tidak memberi tahu seminggu sebelumnya bahwa minggu ini tugas resensi dipresentasikan dan yang membuat semua mahasiswa 3 F semakin kesal adalah Mr. Simple memperlambat  mata kuliahnya padahal minggu itu semua mahasiswa kelas 3 F akan mengadakan upacara penurunan bendera, dan petugas penurunan benderanya adalah semua mahsiswa kelas 3 F.


Minggu-minggu telah berlalu, enam bulan sudah Ara mengenal Mr. Simple, dua minggu sebelum Ujian Akhir Semester. Mr. Simple membuat Ara tersenyum malu dengan kata-kata yang di ucapkannya.
Hari itu memang Ara berpenampilan beda, agak sedikit tomboy dan terkesan memakai pakaian yang simple, "Saya suka dengan penampilan kamu hari ini, kamu cantik?" #Asikasikasik

kata Mr. Simple di depan semua mahasiswa kelas 3 F 
"Siapa Mr ?" tanya Ara (sambil tengak kanan-kiri)


"Iya kamu Ara!" jawab Mr. Simple


"Ceilah, Ara di puji sama Mr. Simple" kata semua mahasiswa kelas 3 F


Padahal sebelum mata kuliah Mr. Simple, ada beberapa teman Ara yang tidak menyukai penampilan Ara hari itu, dan mereka semua mencela dan menghina Ara, Ara yang gak suka ribut- ribut hanya terdiam saja, sambil membaca buku di tempat duduknya. 
Ara merasa senang dan bangga saat Mr. Simple memujinya, setelah apa yang di perbuat beberapa temannya itu. Ternyata penampilan serta raut wajah mereka belum tentu lebih baik dari pada Ara, jadi janganlah sombong dengan apa yang kalian punya saat ini.


Hari ini adalah hari terakhir Mr. Simple mengajar di kelas 3 F, sebelum masuk kelas setelah sampai kampus kebiasaan Ara adalah beribadah dahulu, Ara yang sedang berjalan menuju tempat ibadah mendengar ada  seorang wanita yang memanggil Ara, Ara menghadap kebelakang dan ternyata yang di belakang Ara adalah Mr. Simple. Ara buru-buru menuju tempat ibadah, dan ternyata  tanpa di duga sebelumnya Mr. Simplepun berada di tempat ibadah tersebut, makin speechless Ara, Mr. Simple memberikan senyuman maut kepada Ara. (Huhuhft Ara menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya).


Setelah pulang kuliah, Ara tertidur pulas, Ara berniat ingin mimpiin Mr. Simple, dan ternyata yang ada dalam mimpinya itu adalah mahasiswa teknik yang dulu sempat mengisi hati Ara.


Gua mau mimpiin Mr.Simple kata Ara di atas tempat tidurnya.
Setelah Ara sudah tertidur pulas, dan ternyata yang ada dalam mimpinya adalah mahasiswa teknik tersebut

Ngapain luu dsini? kata Ara



nungguin luu?  jawab mahasiswa teknik tersebut.
dalam mimpi itu, mahasiswa teknik tersebut memakai pakaian rapi, kemeja putih, celana bahan hitam
Sejenak Ara terbangun dan merenung, Berarti jodoh gua bukan Mr. Simple dan jodoh gua adalah..... kenapa sih dia balik lagi?


Seminggu berlalu setelah mimpi itu Ara dan mahasiswa teknik tersebut komunikasi kembali setelah enam bulan lost contact.
Tanpa di sadari Ara kembali tersenyum dengan kekonyolan mahasiswa teknik tersebut, setelah sekian lama Ara dengan mahasiswa teknik tersebut tak pernah tegur sapa, akhirnya Ara memutuskan untuk berteman saja dengan Mr. Simple serta mahasiswa teknik tersebut. Ara lebih suka memiliki banyak teman  pria daripada memiliki banyak pacar. Sekarang Ara lagi fokus ke pendidikan yang ia jalani saat ini


ini cerita gua di penghujung akhir tahun 2011, apa cerita kalian di penghujung tahun 2011?


1 komentar:

  1. Hasilnya hebat sekali Yumi bergoyang sambil meracau
    dengan

    kata-kata yang tak jelas. Setelah itu Yumi berdiri sehingga aku berhadapan
    dengan

    vaginanya, wangi yang baru pernah kucium itu membuatku bertambah panas

    sehingga kujilati semua permukaan vaginanya yang sudah banjir itu.

    Setelah itu Yumi merebahkan diri di ranjang tangannya mendekap kepalaku pahanya

    dibuka. Sehingga memudahkan aku menjilat dan memasukkan lidahku kedalam

    vaginanya dan menggigit-gigit bagian daging yang merah jambu. Sehingga tubuh

    Yumi semakin mengejang hebat

    "ssshh... aahh... terus Ki" pintanya diikuti desah nafasnya.
    Baca selengkapnya »
    gelas-pink.blogspot.com

    BalasHapus